Ketidaksengajaan
mempertemukan kita lagi
Namun tetap seperti
sebelumnya, hanya sekilas.
Dan juga tetap seperti
biasa, perasaan ini tetap tak terkedali saat menatapmu.
Seperti kaktus di
tengah padang pasir yang tersiram hujan.
Sejenak terasa
hati ini begitu teduh.
Seperti hempasan
angin di pantai.
Sejuk, namun
anginnya terlalu menusuk.
Waktu berlalu
begitu cepat, hingga aku tak menyadari terlalu lama rasa ini melekat kepadaku.
Namun sejauh ini,
tak ada yang berubah sedikit pun.
Sudah, sudah
banyak lelaki baik yang menawarkan hati, tapi kamu masih pemeran utama.
Entah hingga
kapan.
Entah kapan
hatiku kan merasa lelah.
Dan entah hingga
kapan, aku mempertahankan kebodohanku, untuk mencintai. Kamu.
0 comment:
Post a Comment