Banyak yang bilang jika masa putih abu-abu adalah masa yang
paling indah. Masa dimana kalian tumbuh menjadi dewasa, mencari jati diri
dengan mencoba berbagai banyak hal. Sekolah, keluarga, persahabatan dan cinta.
Hm.. cinta?
Oke. Bicara tentang cinta, semua orang
punya kisahnya masing-masing. Entah kisah tersebut mereka inginkan atau tidak,
menarik atau membosankan. Dan ini adalah segelintir kisah cinta gue.
Entahlah..
**
Seperti
biasa, jika Sabtu di sekolah hanya ada kegiatan ekstrakurikuler. Saat gue lihat
dari lantai 3 lapangan sekolah memang tampak padat dengan anak-anak ekskul
futsal putra ataupun putri.
“Heh
Fik, kenapa lo bengong? Kesambet aja ntar.” ujar Johan sambil menepuk pundakku.
“Ah
gue ngga bengong kok Jo, cuma… hm cuma.. hm” hardikku.
“Cuma
apa? Ngeles aja lo!” dengan wajah meledek.
“Hhm
Jo, liat deh cewek yang rambutnya panjang terikat memakai kaos merah. Yang lagi
pegang botol air minum itu Jo, siapa sih dia?” tanyaku penasaran.
“Ooo
jadi dari tadi lo bengong ngeliatin dia? Hahh dasar! Gue kenal sih sama dia,
tapi gak akan gue kasih tau lo sebelum traktir gue makan di kantin, gimana?”
senyum sinisnya mengembang dengan tatapan mata berharap.
“Sial,
sama teman sendiri masih aja cari kesempatan dalam kesempitan” pergi
meninggalkannya sambil menggerutu.
**
Waktu
istirahat tiba gue dan teman-teman bergegas menuju kantin. Johan menyikut
tangan gue saat kami berpas-pasan di tangga dengan Dinda. Ia adalah gadis yang
pernah gue tanyakan namanya pada Johan. Beberapa waktu lalu gue berhasil
berkenalan langsung dengan gadis itu. Namanya Dinda Auliani, kami seangkatan. Gue
hanya terpelanga saat ia melemparkan senyuman. Ia pun berlalu begitu saja tanpa
sempat gue balas senyuman itu. “Dasar bodoh!!” gumam dalam hati.
“Woy,
kenapa lo? Kusut banget mukanya kayak cewek lagi datang matahari. Hahahaha”
ejek Johan disertai suara tertawa teman lainnya.
“Ah
basi candaan lo, gue agak bete aja tadi ketemu Dinda tapi gak sempet bales
senyumannya. Padahal kan … aaaakkhhh!” ucapku dengan nada kesal.
“Kkrriiiingggg……
Kkrriiiiingggg.”
Dering bel pertanda selesainya jam istirahat membuyarkan
lamunan dikantin. Di sepanjang waktu istirahat gue hanya melamun, menyesali
kebodohan gue yang tak sempat membalas senyum manis gadis yang gue suka.
“Woy
nyet ayo masuk cepet, kelas kimia nih. Gurunya kan rese telat dikit aja pasti dikasih tugas tambahan.” Ucap Johan
sambil menepuk pundakku.
Di kelas gue bisa mengikuti pelajaran dengan baik, karena
gue sudah merencanakan sesuatu. Haha semoga saja berjalan lancar rencana gue
ini.
“Kkrriiiingggg……
Kkrriiiiingggg…. Krriiiiingggggg…… ”
Akhirnya
bel sekolah yang menandakan berakhirnya pelajaran hari ini berbunyi. Dengan
segera gue menuju ruang kelas Dinda dan berharap ia belum keluar lebih dahulu.
Dan benar saja, sesampainya gue disana ternyata pelajaran dikelasnya belum usai.
10 menit berselang belum ada gerak-gerik pintu akan terbuka.
“Mungkin
ada pelajaran dengan tambahan waktu” pikirku.
Setelah hampir setengah jam gue berdiri menunggu, akhirnya
pelajaran dikelasnya usai.
Terlihat
dari luar kelas, dia masih sibuk membereskan buku-bukunya di meja.
“Dindaa!” gue sedikit berteriak
memanggilnya.
“Hey
Fik, loh kok belum pulang? Jam pulang kan sudah lewat dari tadi.” ucapnya
santai.
“I..
Iya Nda, emang gue sengaja tunggu kelas lo selesai pelajaran. Ada yang mau gue
tanyain ke lo langsung.”
“Haa.. mau tanya ape fik?” tanyanya memotong pembicaraan yang
buat gue semakin gugup untuk bicara.
“Hhm.. gini Nda, besok kan weekend
ada planning gak? Gue mau ajak lu
nonton deh, hehe.. tapi kalo lo bisa sih.” ajakku dengan harap-harap cemas
menunggu ia jawab.
“Yahh
kebetulan sabtu ini gue ada pertandingan futsal Fik, dan sepertinya sih sore
baru selesai. Hm maaf ya..next time deh yuk” jawabnya dengan nada suara rendah.
“Oh gitu ya, ehmm gapapa kok Nda. Sukses ya tandingnya
besok.” sambil menutupi rasa kecewa dihati gue dengan tersenyum padanya.
“Iya Fik, hehe makasih yaa! Eh gue pulang duluan ye udah
sore nih, bye Fik” dengan senyuman kecil dan sedikit lambaian tangan ia pergi
meninggalkanku.
---------------- BELUM BERES---------------kena lazy writting attack----------BYE----------------
---------------- BELUM BERES---------------kena lazy writting attack----------BYE----------------
0 comment:
Post a Comment