Banyak yang bilang jika masa putih abu-abu adalah masa yang
paling indah. Masa dimana kalian tumbuh menjadi dewasa, mencari jati diri
dengan mencoba berbagai banyak hal. Sekolah, keluarga, persahabatan dan cinta.
Hm.. cinta?
Oke. Bicara tentang cinta, semua orang
punya kisahnya masing-masing. Entah kisah tersebut mereka inginkan atau tidak,
menarik atau membosankan. Dan ini adalah segelintir kisah cinta gue.
Entahlah..
**
Seperti
biasa, jika Sabtu di sekolah hanya ada kegiatan ekstrakurikuler. Saat gue lihat
dari lantai 3 lapangan sekolah memang tampak padat dengan anak-anak ekskul
futsal putra ataupun putri.
“Heh
Fik, kenapa lo bengong? Kesambet aja ntar.” ujar Johan sambil menepuk pundakku.
“Ah
gue ngga bengong kok Jo, cuma… hm cuma.. hm” hardikku.
“Cuma
apa? Ngeles aja lo!” dengan wajah meledek.
“Hhm
Jo, liat deh cewek yang rambutnya panjang terikat memakai kaos merah. Yang lagi
pegang botol air minum itu Jo, siapa sih dia?” tanyaku penasaran.
“Ooo
jadi dari tadi lo bengong ngeliatin dia? Hahh dasar! Gue kenal sih sama dia,
tapi gak akan gue kasih tau lo sebelum traktir gue makan di kantin, gimana?”
senyum sinisnya mengembang dengan tatapan mata berharap.
“Sial,
sama teman sendiri masih aja cari kesempatan dalam kesempitan” pergi
meninggalkannya sambil menggerutu.